Breaking News

KERUPUK RAMBAK KULIT Pedan, Klaten

Kerupuk merupakan makanan ringan yang sangat cocok sebagai pelengkap dalam makan disetiap harinya dan tanpa bosan-bosannya. Apalagi kalau kerupuk itu adalah Kerupuk Rambak Kulit yang tentunya sangat gurih, renyah dan nikmat.

Kerupuk Rambak Kulit ini banyak diproduksi di tempat kami yaitu di daerah Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten, karena rasanya yang gurih renyah dan nikmat inilah rambak kulit ini sangat diminati oleh masyarakat baik sekitar Pedan maupun diluar wilayah Kecamatan Pedan, dan tidak jarang pula banyak yang membeli untuk oleh-oleh di Rumah, karena selain sebagai teman untuk makan, Rambak Kulit ini juga bisa dimakan sebagai cemilan ringan disaat senggang, dan hati-hati disaat makan karena anda akan ketagihan setelah mengunyahnya dengan tekstur yang begitu renyah dan rasa yang gurih pokoknya uwenak "kata penjualnya"

Jika anda berkunjung ke Pedan anda tidak akan sulit untuk menemukan tempat penjualan Rambak Kulit tersebut karena memang Rambak Kulit ini banyak di jual di Pasar - pasar contohnya seperti digambar di atas Rambak Kulit itu kami temukan di Pasar Keden Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten, dengan berbagai ukuran serta bobot yang dapat ana pilih sesuai selera anda, hanya saja jika berukuran besar menambah selera makan kita.


Karena bahan dasar yang terbuat dari Kulit Sapi tentunya sedikit susah untuk mendapatkannya sedangkan permintaan dari konsumen sangat banyak sehingga mengakibatkan lonjakan yang cukup signifikan menjelang lebaran di tahun 2018 ini, dimana Harga untuk 1 (satu) kilogram Rambak Kulit tersebut berkisar antara Rp 160.000 sampai dengan Rp 200.000, tentunya tergantung anda menawar di pasar ataupun langsung kepada produsen Rambak Kulit itu sendiri, tetapi kadang kita tidak dapat membeli di Produsen karena memang sudah dipesan oleh Pedagang yang berada di Pasar.

disitulah yang kulihat dan yang kudengar semoga hari-harimu menyenangkan

2 comments:

  1. Makan tanpa kerupuk itu serasa makan sayur asem tanpa asem nya. Hahahah

    ReplyDelete
  2. lah kok bisa ?, kan sayur asem kalau asemnya di makan juga kecut gak enak, enaknya di sayurnya aja kalau asem e atos / keras

    ReplyDelete